Jatuh cinta biasanya merubah hati seseorang menjadi lebih lembut. Percaya deh, cowo cool pendiem pasti cenderung suka sama cewe periang dan cerewet.
Kalo cowo periang dan aktif cenderung suka sama cewe sporty,pemusik atau punya hobi dan kelebihan tertentu.
Kalo cewe bersihan dan kutu buku sukanya sama cowo bengal, cuek dan semaunya sendiri.
Kalo cewe manja kekanak kanakan cenderung suka sama cowo sulung. Sifatnya apa aja asal sulung.
Semua teori ini ga berlaku untuk cowo dan cewe matre. Mereka sukanya sama duit dan laut.
Kalo kamu anak pertama, pacar kamu anak ketiga, hubungannya biasanya ga tahan lama. Anak pertama dan ketiga (13)
Kalo cowo gaya dan gengsi selangit pasti nyarinya cewe gaul, asoy dan seksi tapi ga akan dijadiin istri karena dia males nikah
kalo cewek sulung cocoknya sama siapa? Kebapakan atau pria beristri
kalo cewe sulung, cowo nya anak tunggal gimana kak? Lumayan cocok sampai mama si cowok muncul
Kalo cewe tunggal cenderung suka sama cowo alim dan serius menikah karena dia udah ga sabar lagi punya anak.
sama-sama sulung gimana? Perfect tapi keuangan harus mapan
Kalo cowo bungsu sama cewe sulung gimana? Kasian ceweknya, seumur-umur ngasuh mulu. Cewek sulung cocok sama pria kebapakan
cewe anak tunggal biasanya kebelet nikah dan punya anak karena seumur umur kesepian. Si cowo musti tipe serius menikah.
Klo cowok pendiem cocok sama cewek cerewet
sama sama bungsu. Gimana? Cocok. Cuma biasanya nanti masalah muncul di orang tua.
Kalo sama-sama anak tengah gimana? perfect! Anak tengah adalah pribadi yang selalu bisa menyesuaikan diri dengan orang lain. Bisa jadi kakak bisa jadi adik.
kalo cowoknya anak sulung ceweknya bungsu gimana? Lucky you. Karna cewek bungsu cenderung manja dan cowok sulung cenderung dewasa.
Kalo lo anak sulung, calon suami/istri lo anak sulung trus salah satu ortu kalian juga anak sulung juga biasanya banyak rintangannya.
Yang penting jalanin aja dulu, nanti cinta yang akan menyempurnakan semuanya. : @elnaa_
Tampilkan postingan dengan label cuplikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuplikan. Tampilkan semua postingan
12/12/11
Kekuatan Sebuah Buku Pada Peristiwa Rawagede
Pengadilan Den Haag beberapa bulan yang lalu memenangkan tuntutan keluarga korban Rawagede dan menyatakan pemerintah Belanda harus bertanggung jawab, namun tak banyak dari kita yang tahu bahwa gugatan keluarga korban Rawagede itu sejatinya berawal dari sebuah buku. Buku itu bejudul 'Riwayat Singkat Makam Pahlawan Rawagede' yang ditulis oleh Sukarman, diterbitkan pada tahun 1991.
Sukarman adalah salah satu putra dari korban pembantaian Rawagede oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947. Ayah Sukarman, Sukardi adalah pejuang Indonesia yang lolos dari pembantaian Rawagede. Sukarman menulis buku itu karena tidak ingin pengorbanan besar rakyat Rawagede demi kemerdekaan itu dilupakan begitu saja.
Ia tidak mau peristiwa pembantaian Rawagede itu 'hanya' dikenang melalui bait puisi "Karawang- Bekasi" karya Chairil Anwar.
Bagi Sukarman Peristiwa Rawagede itu sangat memilukan, dia ingin menceritakan secara gamblang apa yang sebenarnya terjadi di Rawagede. Sukarman mendapatkan cerita yang utuh pembantaian Rawagede dari kedua orang tuanya dan istri-istri para korban yang msh hidup, intinya buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' berisi keterangan istri-istri para korban Rawagede yang masih hidup. Saat buku itu ditulis pada tahun 1991 jumlah janda korban Rawagede masih 50 orang, kini mereka tinggal 6 orang yang masih hidup, salah satunya Cawi, ibunda Sukarman.
Tanpa diketahui Sukarman buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' setebal 40 hlmn itu menyebar di negeri Belanda. Tanpa sepengetahuannya buku tsb dibawa dibawa pengurus Badan Kontak Legium Veteran RI, Alif Jumhur. Di Belanda, buku itu menyedot perhatian akademisi, politisi dan wartawan hingga kemudian dicetak ulang.
Setelah membaca buku itu orang-orang Belanda sangat kaget dengan kisah pembantaian Rawagede di buku itu. Yang mereka tahu Indonesia adalah bagian dari Kerajaan Hindia Belanda sehingga tidak ada penjajahan apalagi pembantaian. Beberapa bulan setelah buku itu beredar, sejumlah akademisi dan wartawan Belanda datang ke Rawagede, mereka berupaya menggali peristiwa yang sebenarnya di desa Rawagede yang jaraknya 20 kilometer dari Kota Karawang. Lalu bagaimana pengaruh buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' di Indonesia sendiri?
Ironisnya di Indonesia sendiri, buku itu hanya menarik perhatian para veteran perang kemerdekaan saja. Untungnya buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' dibaca oleh Pangdam Siliwangi saat itu, Mayjen TNI Tayo Tarmadi. Begitu membaca buku itu, Tayo langsung mendatangi Sukarman. Tayo meminta Sukarman untuk mengusulkan pendirian Yayasan. Pangdam Siliwangi Tayo Parmadi juga memerintahkan untuk mengumpulkan kuburan para korban dlm satu lokasi berikut membangun monumen Rawagede.
Langkah awal yang digagas Tayo ini akhirnya bergulir ke langkah-langkah selanjutnya hingga berujung pd tuntutan para korban Rawagede ke pemerintah Belanda. Sukarman (60 thn) penulis buku 'Riwayat Singkat Taman Pahlawan Rawagede' hingga kini menjadi Ketua Yayasan Rawagede.
Menurut Sukarman, buku setebal 40 hlmn itu sudah 3 kali naik cetak. Total lebih dari 5.000 eks yg tersebar di masyarakat. oya, apa itu peristiwa pembantaian Rawagede? silahkan disimak di sini http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Rawagede
Demikian cerita tentang buku Riwayat Makam Pahlawan Rawagede yang membuktikan bagaimana dahsyatnya kekuatan sebuah buku. Semoga Manfaat. @htanzil
Sukarman adalah salah satu putra dari korban pembantaian Rawagede oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947. Ayah Sukarman, Sukardi adalah pejuang Indonesia yang lolos dari pembantaian Rawagede. Sukarman menulis buku itu karena tidak ingin pengorbanan besar rakyat Rawagede demi kemerdekaan itu dilupakan begitu saja.
Ia tidak mau peristiwa pembantaian Rawagede itu 'hanya' dikenang melalui bait puisi "Karawang- Bekasi" karya Chairil Anwar.
Bagi Sukarman Peristiwa Rawagede itu sangat memilukan, dia ingin menceritakan secara gamblang apa yang sebenarnya terjadi di Rawagede. Sukarman mendapatkan cerita yang utuh pembantaian Rawagede dari kedua orang tuanya dan istri-istri para korban yang msh hidup, intinya buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' berisi keterangan istri-istri para korban Rawagede yang masih hidup. Saat buku itu ditulis pada tahun 1991 jumlah janda korban Rawagede masih 50 orang, kini mereka tinggal 6 orang yang masih hidup, salah satunya Cawi, ibunda Sukarman.
Tanpa diketahui Sukarman buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' setebal 40 hlmn itu menyebar di negeri Belanda. Tanpa sepengetahuannya buku tsb dibawa dibawa pengurus Badan Kontak Legium Veteran RI, Alif Jumhur. Di Belanda, buku itu menyedot perhatian akademisi, politisi dan wartawan hingga kemudian dicetak ulang.
Setelah membaca buku itu orang-orang Belanda sangat kaget dengan kisah pembantaian Rawagede di buku itu. Yang mereka tahu Indonesia adalah bagian dari Kerajaan Hindia Belanda sehingga tidak ada penjajahan apalagi pembantaian. Beberapa bulan setelah buku itu beredar, sejumlah akademisi dan wartawan Belanda datang ke Rawagede, mereka berupaya menggali peristiwa yang sebenarnya di desa Rawagede yang jaraknya 20 kilometer dari Kota Karawang. Lalu bagaimana pengaruh buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' di Indonesia sendiri?
Ironisnya di Indonesia sendiri, buku itu hanya menarik perhatian para veteran perang kemerdekaan saja. Untungnya buku 'Riwayat Makam Pahlawan Rawagede' dibaca oleh Pangdam Siliwangi saat itu, Mayjen TNI Tayo Tarmadi. Begitu membaca buku itu, Tayo langsung mendatangi Sukarman. Tayo meminta Sukarman untuk mengusulkan pendirian Yayasan. Pangdam Siliwangi Tayo Parmadi juga memerintahkan untuk mengumpulkan kuburan para korban dlm satu lokasi berikut membangun monumen Rawagede.
Langkah awal yang digagas Tayo ini akhirnya bergulir ke langkah-langkah selanjutnya hingga berujung pd tuntutan para korban Rawagede ke pemerintah Belanda. Sukarman (60 thn) penulis buku 'Riwayat Singkat Taman Pahlawan Rawagede' hingga kini menjadi Ketua Yayasan Rawagede.
Menurut Sukarman, buku setebal 40 hlmn itu sudah 3 kali naik cetak. Total lebih dari 5.000 eks yg tersebar di masyarakat. oya, apa itu peristiwa pembantaian Rawagede? silahkan disimak di sini http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Rawagede
Demikian cerita tentang buku Riwayat Makam Pahlawan Rawagede yang membuktikan bagaimana dahsyatnya kekuatan sebuah buku. Semoga Manfaat. @htanzil
Langganan:
Postingan (Atom)