Tampilkan postingan dengan label ocehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ocehan. Tampilkan semua postingan

02/05/12

Happy Living

Do wanna an happy living?
(1) count
your blessings, not your troubles;
(2) live one day at a time;
(3) say "I love you"
(4) be a giver, not a taker;
(5) seek for good in everyone & everything; (6) pray everyday
(7) do at least 1 good deed a day;
(8) learn to keep priorities in line;
(9) let no little imaginary things bother you (10) practice a "do it now" habit;
(11) fill your life with good;
(12) learn to laugh & cry
(13) smile & the world will smile with you; (14) fear nothing or no one; and.
(15) let go & let God take over.

27/10/11

Soempah Pemoeda; Sejarah, Doktrin, Fakta, Fiksi

Sejarah kadang terasa pahit, kelam, atau manis dan indah tapi sejarah tetap lah sejarah, sepahit apapun, semanis apapun adalah merupakan fakta di masa lalu -- yang mungkin terulang --.

Menyambut perayaan hari sumpah pemuda maka marilah kita coba menelusuri sejarah terciptanya, apa maknanya, apa dasarnya dan mengapa sampai terjadi.

Suka gak suka, Mendikbud RI dari Muhamad Yamin sampai Nugroho Notosutanto, literally selalu menulis sejarah RI. MENULIS bro! Jadi istilah Sumpah Pemuda itu baru ada tgl 28 Oktober 1954 waktu Bung Karno & M. Yamin membuka kongres Bahasa Indonesia. Padahal menurut pelaku sejarah (yang ikutan Sumpah Pemuda) gak pernah ada kata2 sumpah Pemuda, yang ada hanyalah Keputusan kongres Pemuda. Istilah Sumpah Pemuda itu direkonstruksi' kembali untuk membendung gerakan separatisme di Indonesia (terutama DI/ TII) Sebenarnya dari awal tahun 50-an. M. Yamin udah gatel ngomong Sumpah Pemuda, tp idenya dicuekin orang2 -- bnyk yg ngomong "So What?"

Tapi M. Yamin terus ngotot, bertahun-tahun dia bekerja bikin buku ttg GajahMada & kejayaan Majapahit. Niatnya baik, membangkitkan nasionalisme. Gong-nya pas thn 53, buku GajahMada terbit. Dan semua orang melek bahwa Indonesia dulunya pernah jaya. Tapi M. Yamin sedikit kebablasan. Kebablasannya adalah Patung/gambar GajahMada dibikin mirip banget sama M. Yamin (gak tau ini disengaja atau M Yamin terlalu semangat) GajahMada menurut Prof Zoetmuelder konon perawakan & muka-nya gak gitu. Orangnya kekar nggak tembem kayak M. Yamin. Doktrin nasionalisme M. Yamin itu penjabaran konsep Trimurtinya Sultan Hamid- BK. isinya 1. golden past. 2.dark present, 3.promising future. Saat Karno pidato dg bawa2 Renan, Yamin-lah yg di BPUPKI beri argumen historis (via syair2 Jawa Kuno) ihwal kesatuan Sabang-Merauke.

Jadi kalau dari konsep tersebut, nasionalisme itu harus diajarkan bahwa kita dulu jaya, sekarang kacrut, makanya kita harus berjuang buat masa depan. Yamin yang paling sempurna menerjemahkan visi nasionalisme Indonesia Raya ala Soekarno, Indonesia dari Sabang-Merauke, dia itu ideolognya. Jadi Orde Lama udah mempolitisasi Sumpah Pemuda untuk membendung separatisme lalu Orde Baru membersihkan unsur kiri dari SP untuk stabilisasi.

Nah di Jaman Pak Harto, Sumpah Pemuda dibawa lagi ke arena politik. Gak tau ide siapa, sejak tahun 80 -- bulan Oktober dikenal sbg Bulan Bahasa. Nggak cukup disitu, urusan Sumpah Pemuda di jaman Orba jg dikaitkan dengan Uril (Urusan Moril) via lembaga yang dipimpin oleh Sudjono Humardani. Karena Oktober itu bulan yang disakralkan semasa pak Harto -- bulan Kesaktian Pancasila, HUT ABRI & ada Kongres Pemuda (bukan sumpah).

Manifesto Politik Perhimpunan Indonesia tidak dianggap oleh ORLA & ORBA karena dilakukan di Belanda. Padahal isinya mantab. Kongres Pemuda 1 juga kurang dianggap -- karena sepanjang kongres, seluruh peserta menggunakan bahasa Belanda. Sampai notulen-notulennya. Kongres sejarah itulah yang membagi periodesasi timeline sjarah di buku2 pelajaran sekolah sampai sekarang. Yang masuk SD mulai thn 80-an, pasti taunya periode 1.prasejarah, 2.hindu-budha, 3.Islam, 4. Kolonial dst. Nah itu bikinan Depdikbud tahun 75. Seakan2 timeline itu tidak bersinggungan. sampe Sejarawan taufik Abdullah ngomong "itu mah bukan sejarah standar, tapi sejarah skandal!".

Jadi kesimpulan Soempah Pemoeda ya simpulin aja sendiri yah!

Hanityo.

23/10/11

Pesan Terakhir Untuk Ibu. Berbahagialah, Bu!

Malam ini, entahlah, terasa sunyi. Bahkan teramat sunyi bila kau merasa ajalmu sudah mengintip.

Sebuah perenungan tentang kehidupan, tentang perjalanan hidup mungkin akan membuatmu pilu saat ini. Seberapa jauh kaki ini melangkah, seberapa bermakna tiap hembusan nafas, atau atau atau dan lain sebagainya.

12.513.724 menit yang telah aku gunakan hingga pukul 2.06 WIB. Saat dunia perlahan mulai berubah, saat itu pula aku harus menyesuaikan diri, tepat sampai saat ini dan takkan berhenti hingga entah kapan ajal akan menjemputku

Dan bila saat ini ajal ternyata menjemputku, orang pertama yang akan bersedih pasti Ibuku. Beliau mungkin sedih bukan hanya karena kematianku tapi mungkin juga karena ibu tak sanggup menimang cucu dariku, atau mungkin beliau bersedih karena tak sanggup melihatku seperti anak-anak kebanggaan orang lain, yang sukses, kaya, kesenangan dunia berlimpah.

Tolong katakan pada ibuku pesanku, "bukan salah ibu, anakmu saja mungkin yang tak mau berusaha dan terlalu manja untuk melepaskan diri dari kasih sayangmu. Ibu adalah wanita hebat yang bukan hanya mampu melahirkan 4 orang anak, namun juga hebat karena telah melewati pasang surut ombak kehidupan ini. Kehilangan 1 anak mungkin tak akan memudarkan kehebatan ibu"

Tolong katakan pula padanya bahwa kini mungkin anaknya adalah anak yang paling berbahagia di alam sana karena telah dan pernah dilahirkan dari rahim wanita hebat seperti ibu. Tolong katakan itu sembari dekap beliau erat-erat hingga ibu mampu mendengar degup jantungmu, hingga dia merasa tenang dari sedihnya.

Sungguh kematian itu bagian dari kehidupan, duka yang sementara, bukan awal kesedihan hanya perantara untuk menyampaikan pesan: Satu kesedihan akan melahirkan seribu kebahagiaan, dan kesedihan sejati adalah melihat dan merasakan kepergian kita menimbulkan duka yang mendalam bagi orang lain. Maka bahagialah untukku ibu, bahagialah. Aku sangat mencintaimu.

10/10/11

Bir dalam Peranan Peradaban Manusia



Peradaban dunia dibangun dari Bir, karena lewat cara membuat bir orang mengenal sterilisasi air minum dengan cara direbus.

Bir ditemukan manusia sekitar 9000 tahun lalu di Mesopotamia. Seseorang mencampur barley & air yg lalu mengalami fermentasi. Dan segera saja minuman baru tersebut menjadi populer di seluruh Mesopotamia & bahkan menyebar hingga mencapai Mesir. Bir menjadi istimewa, muncul lebih dulu dari roti. Dan berkat penemuan bir, manusia jadi lebih serius memisahkan bebijian. Karena mencari bahan baru untuk membuat bir, maka kemudian manusia menemukan keluarga rumput liar seperti gandum & beras. Berkat usaha mengelola tanaman bahan pembuat bir, maka manusia menjadi serius dalam pertanian mulai dari bibit hingga panen. Bir sedemikian berharga, hingga di Mesir Kuno statusnya sama dengan uang. Sebagian upah para pembuat piramid dibayar dg bir. Catatan: piramid bukan dibangun para budak, melainkan oleh warga Mesir. Segalon bir per hari adalah sebagian dr bentuk upah.

Orang2 di Timur Tengah dulu minum bir, dari anak2 hingga manula. Sampai mabuk? Tentu tidak. Teknologi belum sampai situ. Hanya setelah evolusi ratusan tahun, alkohol bir meningkat seperti sekarang ini (sekitar 4-5%) sebelumnya lebih rendah. Bir masa lalu lebih seperti minuman ramuan. Kadar alkoholnya rendah, nutrisi relatif tinggi & mengandung antibiotik alami. Hanya setelah ditemukan fermentasi anggur, manusia menemukan minuman yg lebih kuat alkoholnya & kadar dlm bir pun ikut naik.

Catatan tertua menggambarkan orang minum bir adalah dari 4000 sM, di Mesopotamia, isinya 2 orang minum pakai sedotan. Mengapa pd catatan Tepe Gawra itu org minum bir pakai sedotan? Karena pada bir di jaman purba banyak ampas2 terapung. Selain dari Barley, bir jaman dulu ditambahi potongan ikan, bebijian & buah liar. Lalu dicemplungi batu yg sdh dipanaskan. Setelah dicemplungi batu yg membara, wadah ditutup. Barley yg terkena air panas akan menyerap kelembaban & lalu mengental. Hal istimewa: bir yg telah jadi dapat dinikmati bulanan hingga tahunan kemudian - asal disimpan di tempat kering & kedap. Dari cara penyimpanan bir inilah manusia kemudian mengenal & mengembangkan tehnik pengawetan makanan lainnya. Setelah adanya bir, dimulailah masa bercocok tanam, sebelum itu manusia berburu & mengumpulkan. Dari kegiatan membuat bir, manusia lalu menemukan gandum, lalu menetap & bercocok tanam ketimbang keluyuran utk berburu. Dan dari kegiatan membuat bir dikenal teknik sterilisasi dg cara memanaskan air sampai mendidih serta mengawetkan makanan. Masyarakat peminum bir cenderung egaliter.

Perubahan muncul setelah dikenalnya fermentasi anggur yg alkoholnya lebih kuat. Budidaya anggur lebih sulit. Menguras waktu & tenaga. Kelas sosial makin melebar setelah muncul peminum anggur diantara peminum bir. Mabuk mungkin baru dikenal di era fermentasi anggur. Di jaman bir purba, orang keburu kembung sebelum sempat mabuk. Memang di kemudian hari tehnik pembuatan bir semakin maju. Kualitas bahan semakin baik, sehingga makin mendekati kualitas bir modern. Proses perbaikan kualitas bir dicapai lewat penyempurnaan proses malt atas barley - yg mengubah gula jadi alkohol. Para pembuat bir menggunakan wadah yg sama berulang2. Biasanya dibuat dari badan kayu pohon. Dari sini dikenal wadah gentong kayu.

Di jaman Mesir Kuno dikenal 17 macam bir, sementara di Mesopotamia dikenal 23 macam bir. Bir berbeda utk acara berbeda. Proses fermentasi dg ragi yg dikenal pada pembuatan bir - kemudian diperkenalkan pd gandum yg diolah => menghasilkan roti. Kita bisa melihat kontribusi bir yg sangat besar pd peradaban: Sterilisasi, fermentasi, pertanian, kegiatan sosial, dll berawal dr Bir. Tanpa bir, mungkin peradaban besar Mesopotamia & Mesir tidak berkembang sebagaimana yg terjadi. Itu sebab Bir disebut pondasi peradaban.

Ada bir mengendap di dasar tong & ada yg diambil dari bagian atas tong. Kebanyakan dinikmati dingin tapi jangan pakai es batu. Orang Eropa cenderung menganggap Bir Amerika terlalu ringan. Ada yg malah bilang - Bir Amerika cemen, kayak kencing kuda. Di Eropa sendiri, Bir makin ke timur makin keras & alkoholnya makin tinggi. Minum 2-3 gelas saja sudah mulai bikin tipsy. Bir yg paling keras di Eropa biasanya dari Republik Ceko. Di sini ada banyak sekali jenis bir. Mungkin terbanyak di dunia. Di Ceko festival bir diadakan tiap Mei, di mana pengunjung bisa mencicipi 70 merk bir. Tapi festival paling terkenal tentunya di Jerman. Setiap Oktober, selama hampir 3 minggu warga Jerman di Bavaria merayakan Oktoberfest - pesta Bir paling terkenal sedunia. Catatan: pada Oktoberfest 2010 - total volume bir yg disajikan: 7,1 juta liter. Pengunjung? 6,4 juta. Sampahnya? 1000 ton. Namanya saja yg Oktoberfest - tapi memang sudah dimulai dari minggu ke-2 September. Puncaknya Oktober. Bangsa lain yg juga suka Bir selain Amerika, Inggris, Jerman, Ceko & kebanyakan Eropa? Tentunya Orang Jepang & Cina. Bangsa mana yg paling banyak minum Bir? Orang Ceko, yaitu sekitar 158 liter perkapita per tahun, disusul Irlandia, Jerman & Austria.

Hot Radero.

30/08/11

Tulisan Bak Truck


Ma2ku 1/3dis.

THE ME anak IS3.

Jagalah Jandamu.

JANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK.

MER-123-LUCK

Be are the kill us all come fuck

BE YOUNG CARE ROCK

Cintamu Tak Semurni Bensinku

BURONAN MERTUA

BURONAN MERTUA

On any book an plumb pleasant

BERSATU DI PANGKALAN BERSAING DI JALANAN!

Bercinta di Bis Berpisah di Terminal

PUTUS CINTA sudah biasa PUTUS ROKOK bikin merana PUTUS REM matilah kita!

Cintaku Berat Di Bensin

Mencari nafkah demi desah

UCOK = Uang Cukup Ongkos Kurang

Lupa Namanya, Ingat Rasanya

Enak Tapi Dosa

Pergi Karena Tugas Pulang Karena Beras

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Pulang Malu, Tak Pulang Rindu

Kalau Gadismu Tak Kudapat, jgn Harap Jandamu bs Lolos

Ora Sama Bin Lain

Besar di Rantau, Tua di Jalan

Tak Sehina yg Kau Duga

ABANG YANG ENAK, ADE YG BERANAK

Go young some pay the kill

Bapak pulang, ibu basah

Pergi bawa baju, pulang bawa nafsu

Abang gigi 1, neng gigi mundur

Cintaku sama beratnya dengan muatanku

~ Hansdavidian

18/04/11

Guardian Angel 1

Saat postingan ini ditulis waktu sedang menunjukkan pukul 3.16 dinihari, dan inilah hasilnya.


Eh pernah gak sih elo ngrasa bahwa tiap diri kita, maksud gue semua orang itu diberkahi tuhan pada sesosok -- istilahnya -- Guardian Angel yang mungkin nggak berwujud tapi mungkin menjelma jadi figur yang selalu ada disaat-saat genting, penting, mendadak dan selalu bisa jadi pahlawan sekaligus pelindung buat diri kita? Pernah ngrasa kah? Beberapa orang menganggap yang begituan itu namanya adalah soulmate, tapi kok gue ngrasa mereka itu lebih dari sekedar soulmate, gue lebih suka nyebutnya Guardian Angel itu tadi :P

Gue punya temen sepermainan yang deket banget waktu kecil bahkan sampe sekarang pun, waktu itu gue masih orang baru di kampung ini maklum sejak bayi sampe lulus SD gue hidup di Jakarta baru setelah itu gue dipindahin orang tua gue buat dititipin di tempat kakek di Solo. Masa-masa awal gue di Solo butuh kerja keras buat beradaptasi, waktu itu bahasa Jawa aja masih kikuk banget bahkan gue pun komunikasi sama kakek gue pake bahasa Indonesia, gimana mau punya temen baru coba kalo bahasa lokal aja gue gak menguasai?! Waktu pun berjalan sampe suatu saat gue udah mulai bisa buat adaptasi, yang awalnya cuma temen-temen sebelah rumah kini gue ngelebarin jarak terbang dan sampai akhirnya gue pun paham sama budaya masyarakat sini, karakter orang-orangnya sekaligus cara menghadapinya. Dari semua pengalaman gue pun bisa bedain mana temen yang cocok buat sebatas temen aja dan mana yang lebih cocok dari sekedar temen, maksud gue buat dijadiin sahabat karib. Akhirnya gue ketemu sama orang ini, orang yang gue anggep sebagai Guardian Angel gue.... bersambung.

14/02/11

Hiduplah hidup

Pernahkah suatu ketika saat anda melihat seorang anak kecil tiba-tiba anda berpikir "aku melihat diriku yang dulu didalam dirinya"? Entahlah, saya seringkali merasakan hal itu saat saya melihat seorang anak kecil yang lebih banyak diamnya, takut akan perintah dan tampak menyimpan obsesi besar dalam dirinya yang belum tersalurkan. Saya seolah merasakan diri saya sendiri.

Hari ini adalah sejarah bagi anda, kita dan mungkin anak cucu kita. Terkadang apa yang kita lakukan saat ini adalah tentang mengejar sebuah ego, baik buruknya sengaja kita singkirkan sejenak, dan anggapan bagi kita yang terpenting saat ini adalah aku harus MENANG! aku harus BISA! aku harus COBA! Sama seperti saya sekira 10 tahun yang lalu mulai belajar memegang rokok lalu berangsur mencoba menikmatinya, bukan karena dorongan hati saya ingin mencoba-coba namun lebih karena ejekan dari teman-teman lain yang sudah lebih dulu merokok. Iya, waktu itu memang masa-masa labil saya sebagai remaja, masa saat saya begitu takut akan tekanan yang datang kepada saya tapi untungnya saat itu berakhir segera setelah saya dihadapkan pada masalah Ujian Nasional, sejenak saya menyingkir dari teman-teman perokok saya itu dan mulai fokus pada belajar. Dan sekarang, 10 tahun sejak masa itu saya mulai menyesal dan bersyukur pada apa yang terjadi saat itu. Menyesal karena saat itu saya harus kalah pada ejekan kawan saya dan bersyukur karena saya belum sampai kecanduan waktu. Tapi disamping itu, ada juga sisi saat saya menyesal pada diri saya karena dulu tak berani mencoba melakukan sebuah tantangan, mungkin waktu itu bukan karena takut tapi mungkin karena malu, minder terhadap kemampuan yang saya miliki. Saya ingat waktu kecil dulu paling takut saat disuruh mengaji, bukan karena apa-apa tapi karena saya tak bisa apa-apa ketika harus mengeja huruf-huruf iqro' sedangkan teman-teman sebaya saya sudah fasih melafalkan doa-doa, saya begitu jauh tertinggal. Tapi saya mampu bersyukur karena walaupun terlambat tapi akhirnya saya mampu mencoba mengalahkan rasa minder dan menguasai tiap huruf yang saya pelajari.

Bagi saya, masa lalu adalah kenyataan dan masa depan adalah disaat kita mampu melihat kebenaran atau kesalahan pada tindakan yang telah kita lakukan. Memang kadang-kadang (dan kebanyakan) selalu terikat kuat dengan penyesalan tapi yang saya lakukan tiap mengenang kegagalan masa lalu adalah dengan bersyukur, sebesar apapun kegagalannya saya justru memilih bersyukur. Saya ingat petuah bijak mantan pacar saya saat kami sedang mengenang masa-masa indah dulu: masa lalu membentuk kita. Butuh beberapa detik, beberapa menit, dan mungkin beberapa tarikan nafas yang begitu dalam saat saya berusaha memahami kata-kata itu. Iya, masa lalu begitu membentuk saya saat ini. Saya telah bertemu banyak orang, saya mencoba memahami karakter mereka dan selebihnya itu mampu membuka jendela dipikiran saya. Saya amat sangat bersyukur pada semua ini.

Masa remaja memang hanya datang sekali dalam seumur hidup, kata guru saya, tapi sebagian orang tak pernah bisa menjadi dewasa. Seseorang yang meninggalkan masa remaja tanpa pernah terjatuh, maka tak sempurnalah masa dewasanya. Masa remaja saya begitu datar, namun sekitar 1-2 tahun yang lalu akhirnya saya mampu merasakan beratnya sebuah kegagalan, kehancuran, supernova pada diri saya, disitu saya berfikir mungkin inilah cara agar saya mampu membumi dan melengkapi masa remaja saya.

Hidup itu berat, namun seberat apapun cobaan yang datang hiduplah dengan bersyukur ~ Suyatni, Ibuku.